Jakarta (KABARIN) - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bakal menyesuaikan jam operasional armada saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada hari H Lebaran, layanan transportasi publik ini diperkirakan baru mulai beroperasi sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukan hal baru. Penyesuaian jam layanan dilakukan berdasarkan pengalaman operasional pada momen hari besar keagamaan di tahun-tahun sebelumnya.
“Belajar dari pengalaman kita melayani di hari-hari besar, biasanya pada saat hari H Lebaran, itu kita menyesuaikan jam operasional," kata Welfizon di Balai Kota Jakarta, Rabu.
Menurutnya, keputusan ini juga bertujuan memberi kesempatan bagi seluruh karyawan Transjakarta, terutama para pramudi, agar bisa melaksanakan Shalat Idul Fitri bersama keluarga.
Ia menambahkan, pada pagi hari Lebaran biasanya masyarakat lebih fokus menjalankan ibadah dan bersilaturahmi di lingkungan masing-masing. Aktivitas perjalanan baru meningkat menjelang siang hari.
“Jadi mulai operasi kita perkirakan mungkin jam 09.00 atau jam 10.00. Biasanya silaturahmi mulai jam 10.00 atau bahkan setelah Zuhur. Jadi nanti kita akan sesuaikan jam operasionalnya,” katanya.
Selain penyesuaian jam layanan saat Lebaran, Transjakarta juga berencana membebaskan biaya transportasi selama periode Ramadhan. Namun, detail waktu pelaksanaannya masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah daerah.
"Jadi nanti kita tinggal tunggu pengumumannya, apakah berapa hari, tanggal berapa, nanti kita lihat. Tapi kan beliau (Gubernur DKI Jakarta) sudah sampaikan dan diulang di beberapa 'doorstop' (wawancara cegat pintu), akan digratiskan (biaya layanan Transjakarta)," katanya.
Welfizon menyebut kebijakan pembebasan tarif transportasi menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menghadirkan layanan publik gratis pada hari-hari besar keagamaan.
Jadi mulai dari akhir tahun lalu, ada Natal, kemudian Imlek lalu menyambut Ramadhan. "Kemarin juga ada Festival Ramadhan dan nanti pada saat Lebaran juga ada Nyepi," ujar dia.
Untuk tanggal pasti pembebasan biaya layanan, Transjakarta masih menunggu Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
"Tanggalnya tentu kita mengikuti dari Dinas Perhubungan. Nanti akan ada SK Kadis-nya. Kita menunggu. Apakah nanti tanggal 1 Syawal (20 Maret 2026) atau tanggal 1 dan 2, nanti kita lihat," ujar dia.
Sementara itu, terkait tarif Rp1 yang kerap muncul pada layanan transportasi publik gratis, Welfizon menjelaskan hal tersebut hanya kebutuhan sistem pembayaran digital.
"Secara sistem di TJ, MRT dan yang lain itu, 0 itu tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp1. Rp1 dan 0 sebenarnya kan enggak beda jauh lah ya, tapi secara teknologinya, karena memang harus ada proses rupiah yang ditransfer dari kartu, makanya konversi dari 0 menjadi Rp1," katanya.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026